Kista Ovarium

Kista ovarium merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Indung telur adalah rongga berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Kista tersebut disebut juga kista fungsional karena terbentuk setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi. Kista fungsional akan mengkerut dan menyusut setelah beberapa waktu (setelah 1-3 bulan).

kista-ovariumKista ovarium dibagi menjadi empat, yaitu :

a. Kista Folikuler

Kista yang terjadi dari folikel normal yang melepaskan ovum yang ada di dalamnya. Terbentuk kantung berisi cairan atau lendir di dalam ovarium.

b. Kista Corpus Luteum

Kista jenis ini lebih jarang terjadi, ukurannya lebih besar dari kista fungsional. Kista ini timbul karena waktu pelepasan sel telur terjadi perdarahan, dan lama-lama bisa pecah dan timbul perdarahan yang terkadang perlu tindakan operasi untuk mengatasinya. Keluhan biasanya timbul rasa sakit yang berat di rongga panggul.

c. Kista Teka Lutein

Kista jenis ini lebih jarang terjadi dan sering dihubungkan dengan terjadinya kehamilan di luar kandungan (ektopik pregnansi). Kista ini akan hilang sendiri tanpa pengobatan atau tindakan begitu kehamilan diluar kandungan dikeluarkan

d. Polikistik kista

Kista jenis ini banyak yang mengandung cairan jernih. Bisa timbul di kedua ovarium kiri dan kanan, berhubungan dengan gangguan hormon dan gangguan menstruasi.

Wanita yang mengandung polikistik dapat diketahui antara lain :

– Mengeluh darah menstruasi yang keluar sedikit (oligomennorhea)
– Tidak keluar darah menstruasi (amenorrhea)
– Tidak terjadi ovulasi
– Mandul
– Berjerawat

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kista Ovarium pada Wanita

Kista Ovarium pada Wanita – Untuk wanita yang normal mempunyai dua indung telur yang terletak di sebelah kanan dan kiri. Dan setiap indung telur isinya adalah ribuang telur yang masih muda atau juga folikel yang setiap bulannya akan mengalami pembesaran dan hanya satu folikel saja yang bisa membesar dengan cepat sehingga akan menjadi lebih matang. Dan jika ada gangguan pada siklus ini, maka biasanya kista juga akan lebih mudah terbentuk.

Penyakit Kista Ovarium

Penyakit kista ovarium pada wanita adalah salah satu penyakit tumor yang ditandai dengan kantung yang tidak normal yang berisi cairan yang tumbuh didalam indung telur atau ovarium. Dan menurut keganasannya sendiri penyakit kista terbagi menjadi dua jenis, yakni adalah nonneoplastik dan juga neoplastik. Untuk penyakit kista nonneoplastik merupakan kista yang bersifat jinak dan biasanya akan sembuh sendiri atau mengempis setelah kurang lebih 2-3 bulan. Dan sementara kista neoplastik yang biasanya harus ditangani dengan cara melakukan operasi.

Kista Ovarium pada Wanita

Kista Ovarium pada Wanita

Untuk banyak kasus, biasanya penyakit kista ovarium pada wanita masih belu disadari kehadirannya. Karena biasanya kehadiran dari penyakit kista ini sering tidak menimbulkan gejala. Tetapi Anda yang merasakan gejala dari penyakit kista ovarium pada wanita ini mempunyai penyakit kista yang sudah membesar,pecah, atau juga menutupi aliran darah menuju ke ovarium.

Gejala penyakit kista ovarium pada wanita adalah :

  1. Frekuensi buang air kecil yang sering
  2. Nyeri saat buang air kecil
  3. Merasa lelah dan juga sakit kepala
  4. Perut kembung
  5. Siklus menstruasi yang berubah
  6. Mengalami mual, muntah, dan juga sakit pada payudara seperti disaat Anda sedang hamil
  7. Nyeri pada panggul disaat melakukan hubungan seksual
  8. Gangguan pada sistem pencernaan atau juga mudah kenyang padahal Anda hanya makan sedikit saja.
  9. Nyeri dibagian panggul sebelum menstruasi terjadi secara mendadak atau tiba atau sebelum menstruasi berakhir
  10. Nyeri panggul yang semakin menyebar sampai pada daerah pungguung bawah dan juga paha

Jika Anda sudah mengetahui gejala kista ovarium pada wanita adalah dengan melakukan pemeriksa ke dokter. Dengan periksa ke dokter yang bisa memastikan jika Anda mempunyai kista atau juga tidak. Dan sebelum melakukan pemeriksaan ke dokter, Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan :

  1. Mengenai gejala dari hadirnya penyakit kista ovarium pada wanita. Dan jika Anda mulai merasakannya, maka catatlah gejala-gekala tadi. Atau jika Anda mengalami sakit, tetapi tidak ada pada salah satu gejala kehadiran munculnya penyakit kista. Selain itu Anda juga boleh mencamtukannya.
  2. Siapkanlah pertanyaan
    Mempersiapkan pertanyaan yang penting mengenai penyakit kista yang hendak Anda tujuak ke dokter. Misalnya adalah mengenai tes apa saja yang harus dijalani dalam melakukan deteksi pada penyakit kista. Atau apakah penyakit kista ovarium bisa hilang sendiri atau harus mendapatkan perawatan yang khusus.
  3. Tulislah obat-obatan dan juga suplemen yang Anda minum. Selain itu cantumkanlah dosisnya dan seberapa seringkah Anda harus mengonsumsinya.
  4. Ajaklah keluarga atau kerabat terdekat Anda untuk menemami. Hal ini bertujuan untuk bisa membantu mengingat semua informasi yang diberikan oleh dokter jika memang Anda lupa.

Hal yang harus diingat adalah untuk mereka yang aktif melakukan hubungan seksual maka sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear paling tidak 3 tahun sekali. Tes ini dilakukan sebagai suatu langkah awal dari perkembangan penyakit berubah menjadi penyakit kanker serviks. Dan sebelum melakukan pap smear, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dibagian panggul. Dan tidak jarang penyakit kista ovarium pada wanita secara tidak sengaja ditemukan disaat dokter sedang memeriksa bagian panggul.

Tidak semua penyakit kista membutuhkan penangaan medis. Ada beberapa jenis kista yang dikenal sebagai penyakit kista fungsional. Penyakit kista fungsional yang berhubungan erat dengan siklus haid dan biasanya tidak berbahaya. Untuk penyakit kista ini bisa hilang sendiri dalam waktu selama 2-3 kali siklus menstruasi. Dan dengan melakukan pemeriksaan yang lengkap, maka dokter bisa mencari tahu jenis dari penyakit kista yang sedang dialami dan juga resiko yang akan semakin berkembang menjadi penyakit kanker ovarium pada wanita.

Faktor resiko penyakit kista ovarium pada wanita adalah :

  1. Sudah melewati masa menopause
  2. Usianya 50-60 tahun
  3. Mempunyai gen mutasi BRCA1 dan BRCA2
  4. Mempunyai keluarga dengan riwayat dari penyakit kanker ovarium
  5. Mengalami penyakit kanker payudara
  6. Pernah menjalankan terapi hormon setelah masa manopause
  7. Merokok aktif
  8. Menderita penyakit sindrom ovarium polikistik
  9. Pernah mengonsumsi jenis obat untuk bisa membantu meningkatkan kesuburan
  10. Belum pernah hamil

Dan untuk alasan tertentu, jika Anda khawatir dengan adanya penyakit kista ovarium pada wanita, maka sebaiknya lakukanlah pemeriksaan ke dokter. Dengan mendapatkan penanganan dan diagnosis dini, maka penyakit kista bisa ditangani lebih baik dan lebih cepat. Selain itu, resiko terjadinya komplikasi penyakit kista juga akan semakin lebih rendah.

Itulah informasi mengenai Penyakit kista ovarium pada wanita. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Kista Ovarium pada Wanita

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Ovarium

Penyakit Kista Ovarium – Kista ovarium merupakan jenis tumor yang jinak yang berupa cairan yang tumbuh disekitar ovarium. Maka hal tersebut sudah jelas berbahaya dan harus segera dilakukan dengan penanganan yang serius jika seorang wanita yang mengalami Penyakit Kista Ovarium tersebut. Operasi atau pengobatan bisa menjadi suatu cara andalan anda untuk mengobati Kista ovarium.

Terjadinya Penyakit Kista Ovarium sendiri disebabkan karena beberapa penyebab, dan yang pasti infeksi parasit, kuman serta bakteri yang berperan aktif dalam suatu pembentukan penyakit ini. Dan sering kali kita membayangkan penyakit kista ini layaknya seperti daging yang tumbuh pada bagian kewanitaan. dan sebenarnya kiya kista unu merupakan sel yang tumbuh sembarang dan berupa air jadi seperti selaput yang mengantongi banyak air. Gejala kista ovarium yang berukuran kecil pada umumnya tidak menunjukkan gejala atau rasa sakit, kecuali jika pecah atau terpuntir.

penyakit kista ovarium

penyakit kista ovarium

Penyebab Penyakit Kista Ovarium diantaranya adalah :

  1. Adanya faktor keturunan sudah jadi umumnya jika hal tersebut terjadi pada orang tua yang sebelumnya pernah mengalami Penyakit Kista Ovarium tersebut.
  2. Adanya peningkatan distribusi lemak tubuh pada bagian atas.
  3. Siklus menstruasi pada saat haid tidak teratur dan hormon yang tidak seimbang
  4. Menstruasi atau haid datang secara lebih awal (umur 11 tahun atau lebih muda)
  5. Inferilitas
  6. Hipotiroidsme atau adanya ketidakseimbangan hormon
  7. Tamoxifen (soltamox) terapi untuk kanker payudara.
  8. Adanya kontrasepsi oral/ pengendalian kelahiran yang menggunakan pil guna mengurangi resiko pengembangan kista ovarium karena mereka mencegah indung telur dari memproduksi telur selama ovulasi.

Gejala Penyakit Kista Ovarium diantara nya adalah :

  • Adanya tanda utama nya si penderita akan mengalami keluhan rasa nyeri pada bagian ketiak menjelang atau dalam masa haid, dan beberapa penderita bahkan ada yang nisa sampai pingsan.
  • Rasa nyeri perut pada bagian bawah ini adalah kista ovarium yang kedua.
  • Haid yang sangat banyak atau justru terlalu sedikit merupakan suatu hal atau tanda dari kista ovarium. Hal ini sangat wajib sangat diperhatikan jika anda wanita yang sedang haid.
  • Sering berasa ingin buang air besar/ kecil karena adanya jaringan kista yang terus semakin membesar semakin menekan kandung.
  • Kemih yang sehingga tidak dapat menampung banyak nya air seni.
  • Pada keadaan yang lanjut dapat teraba benjolan di daerah perut (maka jika anda mengalami hal ini segeralah periksakan diri anda kedokter)
  • Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur sudah jelas hal ini ada yang tidak normal di bagian dalam kewanitaan.
  • Rasa nyeri dalam perut yang sangat hebat dui sekitar mual dan ingin muntah.
  • Pembesaran perut karena adanya akibat dari beberapa jenis kista yang kian akan cenderung tubuh makin besar.
  • Rasa sakit saat sedang berhubungan seks atau intim

Cara mengobati Kista Ovarium diantara nya adalah :

  • Dengan menggunakan daun dewa, cara membuat nya dengan menggunakan siapkan bahan 30 g daun dewa segar, 30 g temu putih, lalu kemudian di potong-potong, lalu siapkan 15 g sambiloto kering. Kemudian sebaiknya Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 800 cc air sehingga tersisa 400 cc, lalu saring, dan kemudian minum airnya 200 cc 2 kali sehari secara teratur guna sebagai penyembuhan Penyakit Kista Ovarium.
  • Dengan menggunakan bahan-bahan alami 30 g benalu teh, lalu 30 g temu mangga (kunir putih) iris, dan juga siapkan 30 g temulawak potong-potong. Cara membuat nya adalah dengan mencuci bersih semua bahan, rebus dengan 80 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu saring, kemudian minum 200 cc 2 kali sehari secara teratur guna sebagai penyembuhan Penyakit Kista Ovarium.
Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , | Leave a comment

Kista Ovarium Fungsional

Indung telur merupakan rongga yang isinya cairan yang ada di dalam jaringan ovarium. Kista ovarium fungsional terjadi karena terbentuk setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi terjadi. Kista ovarium fungsional ini kemudian akan mengkeru dan menyusut setelah dalam waktu beberapa bulan setelah 1-3 bulan, hingga biasanya dokter yang menduga  dari adanya bentuk kista ini dianurkan penderita untuk melakukan control 3 bulan selanjutnya. Selama untuk menunggu kabar tersebut, kemudian dolter akan menganjurkan minum pil KB agar ovulasi tidak terjadi. Masalah kista ovarium fungsional ini tidak akan terbentuk ketika seorang perempuan sudah mengalami masa menopause. Pemeriksaan sonogram dilakukan untuk meyakinkan wanita mengalami masalah kista ovarium fungsional atau tidak.

Dalam melakukan diagnosa kista ovarium fungsional ini dilakukan dengan pemeriksaan sonogram. Pemeriksaan sonogram ini dilakukan dengan menggunakan bunyi untuk melihat suatu gambara dari organ tubuh. Dari pemeriksaan jenis ini maka bisa dilakukan dengan melalui dinding perut atau juga bisa dengan dimasukkan melalui vagina dan kemudian memerlukan waktu sekitar 30 menit, dan bisa diketahui ukuran dan juga bentuk kista ovarium fungsionalnya.

Cara pemeriksaan kista ovarium fungsional lainnya adalah dengan menggunakan sonogram, kadang juga dengan melakukan pemeriksaan protein yang ada di dalam darah yang biasanya disebut dengan CA-125. Dan jika dokter mencurigai dari terjadinya suatu proses perubahan dari suatu keganasan yang terjadi pada jaringan kista. Namun, kadar CA-125 juga bisa meningkat pada perempuan usia masa subur, meskipun tidak adanya suatu proses keganasan. Namun, tahap pemeriksaan CA-125 ini  biasanya  dilakukan pada wanita yang mempunyai resiko terjadi suatu  proses keganasan.

Biasanya massa yang sering ditemukan pada rongga panggul jika ditemukan penyakit kista pada wanita yang belum mengalami menstruasi, 50% pertanda dari suatu pertumbuhan kea rah suatu keganasan atau penyakit kanker. Jika penyakit kista ditemukan pada wanita yang sudah mengalami menopause ini biasanya sering mengarah kepada keganasan. Keganasan dari kista ini kemudian bisa berubah menjadi masalah kanker.

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kista Ovarium dan Kehamilan

Kista ovarium dapat menjadi komplikasi serius selama kehamilan. Kista adalah kantung yang tumbuh di dalam rahim. Kehamilan dengan kista ovarium jarang dijumpai. Pada kehamilan yang disertai kistoma ovarii seolah-olah terjadi perebutan ruangan, dimana kehamilan makin membesar.

kista-ovarium-dan-kehamilanOleh karena itu, kehamilan dengan kista dilakukan operasi untuk mengangkat kista tersebut pada umur hamil 16 minggu. Bahaya melangsungkan kehamilan bersamaan dengan kista ovarii adalah dapat terjadi gangguan pertumbuhan janin yang akhirnya mengakibatkan abortus, kematian dalam rahim.

Pada kedudukan kista dipelvis minor, persalinan dapat terganggu dan memerlukan penyelesaian dengan jalan operasi seksio sesarea. Pada kedudukan kista ovarii di daerah fundus uteri, persalinan dapat berlangsung normal, tetapi bahaya postpartum mungkin terjadi torsi kista, infeksi sampai abses. Oleh karena itu, segera setelah persalinan normal bila diketahui terdapat kista ovarii dilakukan laparotomi untuk mengangkat kista tersebut.

Kista ovarium dapat tumbuh di dalam indung telur yang merupakan tempat yang paling banyak ditumbuhi tumor. Tumornya berupa kistik, padat, kecil/besar dan berpengaruh pada mekanisme kerja hormon.

Tumor jenis ini bisa jinak atau ganas. Kista ovarium dapat tumbuh besar dan menghambat pertumbuhan janin. Akibatnya, akan terjadi abortus/bayi lahir prematur. Pada kasus ini, jika kondisi ibu baik, dokter akan mempertahankan kehamilan dengan cara melakukan tindakan pemeriksaan dan perawatan secara intensif.

Umumnya, proses persalinan dilakukan dengan tindakan operasi. Dokter akan mengangkat kista setelah persalinan selesai. Sebaliknya, jika kondisi ibu dan janin buruk, beberapa dokter tidak akan mempertahankan kehamilan untuk menyelamatkan kondisi sang ibu.

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , | Leave a comment

Kista Ovarium Pada Kehamilan

Kista ovarium pada kehamilan jarang dijumpai. Pada kehamilan yang disertai dengan kistoma ovarii seolah-olah menjadi perebutan ruangan, dimana kehamilan makin membesar. Oleh karena itu, kehamilan dengan kista dilakukan operasi untuk mengangkat kista tersebut pada umur hamil 16 minggu.

kista-ovarium

Bahaya dari kista ovarium pada kehamilan adalah dapat terjadinya gangguan pertumbuhan janin yang akkhirnya mengakibatkan abortus, kematian dalam rahim. Pada kedudukan kista dipelvis minor, persalinan dapat terganggu dan memerlukan penyelesaian dengan jalan operasi seksio sesarea. Pada kedudukan kista ovariui di daerah fundus uteri, persalinana dapat berlangsung normal, tetapi bahay postpartum mungkin terjadi torsi kista. Infeksi sampai abses. Oleh karena itu, segera setelah persalinan normal bila diketahui terdapat kista ovarii dilakukan laparotomi untuk mengangkat kista tersebut.

Penderita kista ovarium pada kehamilan harus mewaspadai jika ada dugaan kista namun disertai dengan tanda awal kehamilan. Kista harus dideteksi secara akurat. Karena secara sepintas, bentuk kista ovarium mirip dengan corpus luteum. Corpus Luteum adalah sisa sarang sel telur yang memang ada saat kehamilan. Apabila Corpus luteum diambil karena disangka sebagai kista ovarium (indung telur), maka bisa terjadi keguguran, karena corpus luteum berfungsi mempertahankan fungsi hormon semasa kehamilan muda. Kelak setelah plasenta terbentuk sempurna, maka fungsi ini akan diambil alih oleh plasenta.

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Ovarium

Kanker Ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik (kista ovarium) dan sebagian kecil berbentuk tumor padat. Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan gejala dalam waktu yang lama. Bila gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik pada stadium awal dapat berupa ganguan haid. Jika tumor sudah menekan rectum atau kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada saat bersenggama.

Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) penyebaran ke omentum (lemak perut), dan organ-organ didalam rongga perut lainya seperti usus-usus dan hati seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.

Karena sebagian besar dari kanker ovarium bermula dari suatu kista, maka apabila pada seorang wanita ditemukan suatu kista ovarium harus diakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah kista tersebut bersifat jinak atau ganas (kanker ovarium) kewaspadaan terhadap kista yang bersifat ganas dilakukan pada keadaan :

a. Kista cepat membesar
b. Kista pada usia remaja atau pasca menopause
c. Kista dengan dinding yang tebal dan tidak berurutan
d. Kista dengan bagian padat
e. Tumor pada ovarium

Bila ditemukan sifat kista seperti tersebut diatas, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperkuat dugaan ke arah kanker ovarium seperti tindakan USG dengan Doppler untuk menentukan arus darah dan bahkan mungkin diperlukan untuk menunjang diagnosis adalah pemeriksaan tumor marker seperti Ca-125 dan Ca 72-4, beta – HCG dan alfafetoprotein. Semua pemeriksaan diatas belum bisa memastikan diagnosis kanker ovarium, akan tetapi hanya sebagai pegangan untuk melakukan tindakan operasi. Prosedur operasi pada pasien yang tersangka kanker ovarium sangat berbeda dengan kista ovarium biasa.

Hal terpenting pada operasi pasien yang tersangka kanker ovarium adalah semaksimal mungkin berusaha agar kista tersebut keluar secara utuh, kemudian dilakukan periksaan ke laboratorium Patologi Anatomik (pemeriksaan potong beku). Apabila hasil pemeriksaan potong beku bukan suatu kanker, maka operasi selesai. Sealiknya bila hasil pemeriksaan potong beku adalah kanker ovarium maka operasi dilanjutkan dengan mengangkat rahim, ovarium sisi lain, usus buntu, omentum, melakukan biopsy pada tempat yang dicurigai adanya penjalaran kanker di rongga perut dan melakukan pengambilan kelenjar getah bening di panggul. Tindakan yang komplek ini disebut sebagai Staging lapstotomy yang bertujuan untuk menentukan stadium penyakit sehingga dapat ditentukan rencana pengobatan selanjutnya setelah operasi.

Pada pasien yang belum mempunyai keturunan atau masih menginginkan keturunan masih bisa dipertimbangkan untuk tidak mengangkat rahim dan ovarium sisi lain. Perlu juga diketahui bahwa akurasi dari hasil pemeriksaan potong beku tersebut hanya berkisar antara 90-95%, sehingga diagnosis dari kanker ovarium baru diketahui setelah pemeriksaan Patologi Anatomik yang definitive. Hal ini menyebabkan pada beberapa pasien dengan hasil potong beku menyatakan bukan kanker ovarium, terpaksa dilakukan operasi Staging laparotomy.

Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimbulkan nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul, kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium.

Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh Anda untu mengetahui gejala mana yang serius.

Gejala-gejala berikut yang mungkin muncul bila Anda mempunyai kista ovarium :

• Perut terasa penuh, berat, kembung
• Tekanan pada dubur dan kandungan kemih (sulit buang air kecil)
• Haid tidak teratur
• Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke panggung bawah dan paha
• Nyeri senggama
• Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil

Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera :

• Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba
• Nyeri bersamaan dengan demam
• Rasa ingin muntah

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Kista Ovarium

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua kanker ginekologi. Di Amerika Serikat pada tahun 2001 diperkirakan jumlah penderita Kanker Ovarium sebanyak 23.400 orang yang diperkirakan meninggal sebanyak 13.900 orang. Angka kematian yang tinggi ini disebabkan karena penyakit ini pada awalnya bersifat asimptomatik dan baru menimbulkan keluhan apabila sudah terjadi metastatis, sehinga 60% – 70% pasien datang pada stadium lanjut, sehingga penyakit ini disebut juga sebagai “silent killer”. Angka kejadian penyakit ini di Indonesia belum diketahui dengan pasti karena pencatatan dan pelaporan penyakit di negeri kita kurang baik. Sebagai gambaran di RS. Kanker Dharmais ditemukan kira-kira 30 penderita setiap tahun.

Kanker Ovarium yang kebanyakan berawal dari kista ovarium yang diderita sebelumnya kemudian berkembang menjadi kanker ovarium karena pengobatan yang terlambat dilakukan. Kanker Ovarium erat hubungannya dengan wanita yang mempunyai tingkat kesuburan rendah atau Intenfertilitas. Study epidemiologic menyatakan beberapa faktor resiko yang penting sebagai penyebab kanker ovarium adalah wanita nullipara, melahirkan pertama kali pada usia diatas 35tahun dan wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat ovarium, kanker payudara atau kanker kolon. Sedangkan wanita dengan riwayat kehamilan pertama terjadi pada usia dibawah 25tahun, penggunaan pil kontrasepsi dan menyusui akan menurunkan kanker ovarium seanyak 30% – 60%. Faktor lingkungan seperti penggunaan talk, konsumsi galaktose dan sterilisasi ternyata tidak mempunyai dampak terhadap perkembangan penyakit ini.

Tidak ada upaya pencegahan khusus yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah untuk mengetahui secara dini penyakit ini sehingga pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang meliputi :

1. Pemeriksaan klinis genekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium lainnya
2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran darah
3. Pemeriksaan petanda tumor ( tumor marker )
4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu

Pemeriksaan tersebut diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :

1. Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
2. Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
3. Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
4. Wanita penderita kanker payudara atau kolon

Posted in Kista Ovarium | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment